Rabu, 15 Mei 2013

Gempuran Tatar ke Negara- Negara Islam (617 H dan 628 H)



Peristiwa- peristiwa serial penyerbuan tentara Tartar Mongol meninggalkan kepedihan mendalam bagi ummat Islam, dimana lebih satu jiwa kaum muslimin dibantai dengan amat kejam oleh tentara Tartar dan sekutunya.
Serangan Tatar ke atas umat Islam yang kala itu di bawah pimpinan kerajaan Abbasiah sebenarnya tidak terjadi  hanya pada tahun 656 H di dalam peristiwa kejatuhan Baghdad. Sebaliknya sebelum itu sudah ada dua serial serangan pendahuluan  Tatar yaitu pada tahun 617 H dan 628 H, ke negeri- negeri penyangga Baghdad.
Serangan pertama Tatar ke atas umat Islam terjadi pada tahun 617 H – 620 H di bawah pimpinan Genghis Khan. Serangan kali pertama ini sebab – musababnya yang diperselisihkan oleh ahli sejarah Islam. Menurut  Dr. Raghib as-Sarjani lebih cenderung untuk mengatakan bahwa niat untuk menjatuhkan kerajaan Abbasiah memang telah wujud di dalam hati Genghis Khan sejak sekian lama.
Oleh karena jarak yang jauh dari bumi China ke bumi Iraq (lebih dari 7000 km), Genghis Khan menumpukan serangan pertamanya pada kali ini ke atas bumi Afghanistan dan Uzbekistan, yang   dipilih karena ia mempunyai sumber alam bahan logistik yang banyak dan amat sesuai untuk dijadikan pengkalan tentara Tatar untuk melakukan serangan gelombang demi gelombang.
Serangan pertama ini sukses. Tatar berhasil menapakkan kakinya di bumi tersebut dan bumi sekitarnya (Turkimenistan, Kazakhastan, Tajikistan, Pakistan dan sebahagian dari Iran). Kesemua negara-negara ini dahulunya dikenali sebagai Daulah Khawarizmiah atau daerah Khurosan Kubro. Hasil dari keberhasilan ini, pemerintahan Tatar mulai kokoh di kawasan tersebut. Mereka mempunyai pangkalan dan pusat komando mereka di tengah-tengah kerajaan Islam.
Serangan kedua Tatar atas umat Islam pula terjadi pada tahun 628 H. Pada tahun 624 H, pada saat Genghis Khan telah digantikan oleh seorang lagi raja Tatar yang tidak kurang bengisnya yaitu Okitai. Kerajaan Tatar di Mongolia dan China pada masa itu berada dalam keadaan stabil dan kuat. Keadaan ini memberikan banyak kelebihan kepada Okitai.
Lalu dimulailah serangan kedua Tatar ke atas umat Islam sebagai menyambung serangan yang pertama di zaman Genghis Khan. Serangan pada kali ini diutamakan  di sekitar tanah Rusia dan Eropa. Okitai melantik panglima perangnya, Syurmajan untuk mengepalai serangan pada kali ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar